Info Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Video Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Berbagi Foto Wisata
Amazing Malang

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/wwwkemas/public_html/amazingmalang.com/administrator/components/com_sppagebuilder/helpers/sppagebuilder.php on line 156

Hari Ke 1 : Surabaya – Bangkok

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Ke 1 : Surabaya – Bangkok

Hanya ada satu kali penerbangan Air Asia dari Surabaya menuju Bangkok, berangkat jam 14.55 dan dijadwalkan mendarat di Suvarnabhumi jam 18.45. Yang menyedihkan ini terakhir kalinya Air Asia mendarat di bandara Suvarnabhumi sebelum akhirnya pindah ke bandara Don Mueang per tanggal 1 Oktober 2012. Bandara lama yang berjarak sekitar 28 km dari pusat kota ini memang kalah indah dan kalah fasilitas dari Suvarnabhumi. Tapi apa mau dikata, sejak bulan Maret 2012 pemerintah Thailand memerintahkan penerbangan low cost, pesawat carter dan non-connecting flights pindah ke bandara Don Mueang untuk mengurangi beban dan kepadatan di Suvarnabhumi. Suvarnabhumi memang dirancang hanya untuk menampung 45 juta penumpang pertahun, sedangkan pada tahun 2011 angka kunjungan sudah meningkat hingga 47 juta dan diperkirakan sampai akhir tahun 2012 ini akan meningkat menjadi 50 juta. Jadi teman, bila kalian naik pesawat Air Asia, Indonesia Air Asia dan Thai Air Asia maka bersiap-siaplah untuk mendarat di bandara Don Mueang. Dalam rangka kepindahan tersebut dibawah ini saya berikan beberapa informasi tentang bandara itu.

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang

Bandara Don Muang berjarak

kurang lebih 30 km bagian utara Bangkok. Untuk menuju kota berikut beberapa moda transportasi yang bisa digunakan :

  1. Taksi, cara yang paling mudah adalah menggunakan taksi. Tapi perlu diingat bahwa perjalanan dengan taksi memerlukan waktu 45 menit saat jam tidak sibuk dan 1 sampai 2 jam saat jam sibuk. Kita bisa memesan taksi melalui taxi service counter di depan passenger terminal dengan biaya pemesanan 50 Baht diluar biaya taksi.
  2. Kereta, cara yang lebih murah adalah naik kereta dari stasiun kereta Don Mueang yang berjarak 500 meter dari BIA. Kereta ini akan berhenti di Hua Lumpong Railway Station dan dari sini kita bisa naik Skytrain atau MRT ke tempat-tempat lain. Kereta di Don Mueang Railway Station beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan biaya mulai dari 5 THB perorang.
  3. Bis, selain taksi dan kereta kita juga dapat naik bis, tinggal ikuti saja arah menuju stasiun kereta. Bis menuju Bangkok persis berada di depan airport jadi jangan menyeberang jalan. Ada dua macam bis yang beroperasi yaitu Regular Bus dengan nomor :Route 29 Airport – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong),Route 59 Airport – The Emerald Buddha Temple (Sa – Nam – Luang),Route 95 Airport – Ram-intra Rd.-Ram Khamhang Rd. Selain Regular Bus ada juga Air – Conditioned Bus dengan rute: Route 4 Airport – Silom Rd, Route 29 Airport – Victory Monument – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong), Route 10 Airport – Victory Monument – Southern Region Bus Terminal,Route 13 Airport – Sukhumvit Rd. – Eastern Region Bus Terminal,Route 555 Don Mueang International Airport – Suvarnabhumi Airport.

Bandara Suvarnabhumi

Masih seindah kunjungan terakhir saya tahun 2010 lalu, bandara ini memang terlihat sangat sibuk. Antrian di bagian imigrasi tetap panjang dan lama sehingga diperlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk keluar dari seluruh proses check out (mulai turun dari pesawat, jalan santai dan foto-foto, ke kamar kecil dan antri stempel paspor). Suvarnabhumi sendiri berarti “The Golden Land”, berjarak sekitar 25 km dari Bangkok, bandara ini mampu menangani 76 penerbangan perjam dan merupakan bandara keenam tersibuk di Asia.

Antrian di Bagian Imigrasi

Antrian di Bagian Imigrasi

Mulai beroperasi secara resmi tahun 2006, bangunannya yang indah dirancang untuk eco friendly. Dari kejauhan, eksterior bangunannya tampak seperti gulungan ombak yang mengalir dengan bagian interior yang terkesan luas dan modern. Bangunannya dilapisi kaca dari bawah ke atas sehingga menghemat biaya penerangan karena mereka memanfaatkan sepenuhnya cahaya matahari sebagai pengganti lampu pada siang hari. Penempatan ventilasinya juga dirancang sedemikian rupa sehingga mengurangi hampir 50 % biaya “pendinginan ruangan”.

Sudut-Sudut Bandara Suvarnabhumi (Photo By : Wikipedia &  Pribadi)

Sudut-Sudut Bandara Suvarnabhumi (Photo By : Wikipedia & Pribadi)

Soal fasilitas, bandara ini memiliki akses transportasi yang cukup lengkap menuju kota mulai dari kereta, bis, taxi sampai limousine. Kalau mau shopping, toko-toko Duty Freenya juga asyik (dengan harga yang juga asyik) dan kalau mau menginap, sekitar 300 meter dari Passenger Terminal terdapat Novotel Hotel Suvarnabhumi.

Airport Rail Link (ARL)

Begitu keluar dari keimigrasian, kami berjalan kaki menuju Suvarnabhumi station (salah satu stasiun kereta Airport Rail Link) yang berlokasi di level B1, dua lantai dibawah Arrival Hall. Untuk mencari stasiun ini gampang saja, tinggal mengikuti arah penunjuk jalan yang bertuliskan “Train To The City”. Baru beroperasi pada tahun 2010, ARL menghubungkan Suvarnabhumi dengan Phaya Thai (Bangkok). Ada dua jenis kereta yang digunakan yaitu :

  1. Express Line Train, kalau tergesa-gesa ke Phaya Thai lebih baik naik kereta ini saja. Dari stasiun Suvarnabhumi ke Phaya Thai kereta ini hanya berhenti di satu stasiun saja yaitu Makassan. Jarak sejauh itu hanya ditempuh dalam waktu 18 menit dan sesuai dengan kecepatannya tentu saja harga tiketnya jauh lebih mahal. Tiket The Express Line berharga 150 Baht pulang pergi (jangka waktu 14 hari) dan 90 Baht untuk single trip.
  2. City Line Train, kereta ini juga menghubungkan Suvarnabhumi dan Phaya Thai tapi dengan kecepatan yang berbeda karena selalu berhenti di setiap stasiun. Total ada 6 stasiun yang menjadi tempat perhentian jalur ini. Waktu tempuh sekitar 30 menit dari Suvarnabhumi ke Phaya Thai. Tiketnya juga jauh lebih murah yaitu berkisar antara 15 sampai 45 Baht. Tabel harga City Line dapat dilihat pada foto dibawah ini.
Tarif City Line

Tarif City Line

ARL beroperasi dari jam 6:00 a.m. sampai 12 pm dan kabar terbaru yang menggembirakan adalah ARL berencana memanjangkan relnya sampai Don Mueang via Bang Sue bila bandara itu jadi dibuka untuk penerbangan sipil. Yipee :). Seluk beluk tentang Airport Rail Link dan timetablenya dapat dilihat disini. Dari Suvarnabhumi Station kami naik City Line menuju stasiun Ramkhamhaeng karena hotel kami berada didaerah tersebut. Walaupun ini sudah kedua kalinya saya naik City Line tetap saja hampir salah pilih loket dengan yang Ekspress. Jadi hati-hati teman, kalau mau beli tiket dibaca betul-betul nama loketnya, atau kalau beli di vending machine dibaca dengan seksama stasiun tujuannya.

Penunjuk Jalan Menuju Stasiun ARL (Atas), Express Line (Kiri), City Line (Kanan)

Penunjuk Jalan Menuju Stasiun ARL (Atas), Kereta Express Line (Kiri), Kereta City Line (Kanan)

Akomodasi Di Bangkok

Terus terang mencari penginapan di Bangkok itu susah-susah gampang, disamping tempat-tempat wisatanya yang tersebar luas, Bangkok juga memiliki 3 jenis kereta (ARL, Skytrain dan Metro) yang jalurnya saling silang. Kebanyakan Backpacker akan mangkal di area Khaosan Road yang menurut pendapat saya pribadi kurang strategis karena tidak terjangkau akses kereta. Kriteria penginapan yang baik (menurut saya lho) adalah yang murah, bersih dan dekat dengan jalur kereta karena Bangkok terkenal macet sehingga saya ogah naik taksi atau bis. Syukur-syukur kalau dapat yang berada dipersimpangan antara ARL, Skytrain dan Metro sehingga gampang kalau mau ganti-ganti jalur.

Bagian Depan Hotel Nasa Vegas

Bagian Depan Hotel Nasa Vegas

Dari beberapa kriteria itu akhirnya saya pilih Nasa Vegas Hotel yang berlokasi tepat di bawah stasiun City Line Ramkhamhaeng. Hotel ini saya booking via Agoda yang saat itu memberikan promo diskon Rp. 139.500 permalam untuk kamar Standart (2 orang). Alasan utama karena dekat dengan stasiun City Line dan dengan pertimbangan bahwa kita akan sampai malam hari sehingga maunya dapat hotel yang gampang dicari (berdasarkan pengalaman 2 tahun lalu yang kesasar sampai jam setengah sepuluh malam in the middle of nowhere).

Peta Jalur Kereta ARL Menuju Stasiun Ramkhamkhaeng (Atas), Nasa Vegas Hotel  dari Stasiun Ramkhamkhaeng (Bawah)

Peta Jalur Kereta ARL Menuju Stasiun Ramkhamkhaeng (Atas), Nasa Vegas Hotel dari Stasiun Ramkhamkhaeng (Bawah)

Selain letaknya yang gampang dicari, hotel ini juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti tempat fitness, jacuzi dan sauna. Tapi berhubung kita selalu berangkat pagi dan pulang malam jadi tidak sempat menikmati fasilitas-fasilitas itu. Kamarnya sendiri cukup bersih dan nyaman walaupun menurut saya lampunya kurang terang. Untuk makan, persis di dekat hotel ini terdapat supermarket Family Mart dan di dekat stasiun kalau pagi ada penjual nasi bungkus yang berganti jadi tukang sate kalau malam hari.

Kamar di Nasa Vegas Hotel

Kamar di Nasa Vegas Hotel

Diperlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dari Suvarnabhumi Airport menuju hotel. Jadi tepat jam 21.00 kami check inn dan beristirahat untuk memulai jalan-jalan esok harinya. Website resmi hotel Nasa Vegas dapat dilihat disini.

Biaya Hari Ke-1

untitled

sumber: https://jejakvicky.com/2012/12/12/hari-ke-1-surabaya-bangkok-2/

 
 
© Copyright 2018 Amazing Malang - Amazing Your Adventure

Search