Info Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Video Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Berbagi Foto Wisata
Amazing Malang

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/wwwkemas/public_html/amazingmalang.com/administrator/components/com_sppagebuilder/helpers/sppagebuilder.php on line 156

Hari Ke-2 (Hongkong)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Ke-2 (Hongkong)

 

Di hari ke dua ini kami berencana mengunjungi Pulau Lantau di sebelah barat Kowloon. Ada dua atraksi di pulau ini yang kami pikir cukup menarik yaitu : Ngong Ping 360 dan Hongkong Disneyland.   Lantau (dalam bahasa Cantonese artinya “Broken Head) adalah pulau terbesar di Hongkong yang dulunya adalah pulau para perompak dan penyelundup. Sebelum tahun 1997, pulau ini hanya bisa diakses dengan menggunakan ferry tapi sekarang sejak adanya Lantau Link kita bisa datang ke pulau ini menggunakan MTR, bis dan taxi.

Giant Budha di Lantau Island (Photo by : chinadaily.com.cn)

Selain Ngong Ping dan Disneyland, pulau ini juga memiliki beberapa

atraksi lain yang walaupun tidak sepopuler kedua atraksi diatas tetap menarik untuk dikunjungi seperti:Tai O (kalau ingin tahu desa nelayan tradisional Hongkong yah disinilah tempatnya), Cheung Sha (pantai terpanjang dan katanya sih paling indah di Hongkong) dan tentu saja Lantau Peak (gunung setinggi 934 M yang bila cuaca cerah dari puncaknya bisa terlihat Macau dan Zhuhai).

Pantai Cheung Sha (Atas), Tai O (Kiri), Lantau Peak (Kanan)

Agar dapat mengeksplorasi Ngong Ping 360 dan Hongkong Disneyland secara maksimal, sekitar jam 7 pagi kami sudah cabut dari guest house. Dari stasiun Tsim Sha Tsui naik MTR ke stasiun Lai King untuk selanjutnya ganti jalur ke stasiun Tung Chung. Update peta jalur MTR terbaru dapat diklik disini http://www.mtr.com.hk/eng/homepage/cust_index.html. Bila bingung mau naik jalur apa, di sebelah kanan atas terdapat kotak Journey Planner. Di kotak ini kita tinggal mengisi nama stasiun awal dan akhir selanjutnya akan keluar informasi detail mengenai jalur yang harus diambil, letak stasiun interchange, waktu tempuh dan biaya yang harus dikeluarkan. Bukan itu saja, journey planner ini juga bisa digunakan untuk mencari jalur metro di Shenzhen, asyik bukan..! (selalu berangan-angan suatu saat Indonesia akan punya MTR tapi hiks..entah kapan).

Hongkong MTR

Untuk menuju Lantau dari stasiun Tung Chung ambil exit B ke arah Citygate Outlet. Di luar mall ini ikuti petunjuk ke arah Cable Car Ngong Ping 360 tapi jangan naik cable car dulu (karena belum buka), persis dibawah tangga ke arah Cable Car terdapat pemberhentian bis New Lantao No. 23 yang akan membawa kita ke Ngong Ping. Informasi tentang rute bis ini dapat dilihat di http://www.newlantaobus.com/road_23.htm dan bayarnya bisa pakai Octopus.

Tangga Masuk Cable Car dan Terminal Bis Dibawahnya

Pagi itu banyak juga yang naik bis ini, sempat heran kok ada yah turis pagi-pagi udah keluyuran ke Ngong Ping (he he). Total waktu perjalanan dari hostel ke Ngong Ping sekitar 1.5 jam dengan 30 menit terakhir ditempuh dengan bis. Sepanjang perjalanan menuju puncak kita akan disuguhi pemandangan hutan dan laut yang indah. Jalannya sempit dan berkelok-kelok dibatasi oleh tebing-tebing bukit yang tinggi. Jangan kuatir tanah longsor disini, karena tebing yang tinggi sudah di tembok sedangkan yang rendah ditutup dengan jaring-jaring berlubang kecil untuk mencegah tanah longsor ke jalan. Akhirnya jam 08.30 pas sampailah kami di Ngong Ping 360.

Ngong Ping 360

Angka 360 merupakan janji bahwa pengunjung akan mendapatkan pemandangan ke segala arah Lantau Island dan janji itu bisa terpenuhi kalau kita naik cable car serta mendaki patung Budha raksasa setinggi 34 meter di atas bukit. Dari kedua tempat itu kita memang akan mendapat pemandangan indah seputaran Lantau. Website resmi Ngong Ping 360 dapat diakses di sini http://www.np360.com.hk/html/eng/front/index.asp

Cable Car dan Giant Budha

Setelah turun dari bis, kami mulai menjelajahi Ngong Ping Piazza. Karena jam resmi bukanya adalah jam 09.00, tentu saja keadaan sekitarnya masih sepi dan penumpang yang sama-sama turun dari bis ternyata adalah para karyawan yang bekerja disini dan bukan turis (he he). Ngong Ping Piazza seluas 1,5 hektar ini dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan berbagai macam atraksi yang terdapat disini antara lain : The Po Lin Monastery, Giant Budha, Ngong Ping 360 Cable Car, Ngong Ping Village dan Wisdom Path.

a. Ngong Ping Piazza

Piazza ini terdiri dari 4 bagian : New Pau Lau, merupakan pintu gerbang menuju piazza yang dibangun berdasarkan gaya arsitektur dinasti Qing yang banyak digunakan oleh kuil-kuil cina termasuk Po Lin Monastery. Bodhi Path,  jalan sepanjang 122 mt ini menghubungkan New Pau Lau dan Di Tan, bagian lain Ngong Ping Piazza yang digunakan sebagai panggung upacara-upacara keagamaan yang sering diadakan oleh Po Lin Monastery. Sepanjang jalan Bodhi Path dihiasi oleh 12 patung “Twelve Divine Generals” sebagai penjaga waktu dan penggambaran 12 shio.

New Pau Lau dan Bodhi Path

Jendral Kimnara Bagi Yang Bershio Macan Seperti Saya

Bagian akhir dari piazza ini adalah Chinese Landscape Garden, sebuah taman bergaya cina dengan pavilliun di dalamnya. Karena Po Lin Monastery dan Giant Budha masih tutup, selanjutnya kami menyasar Wisdom Path sebagai satu-satunya tempat yang tidak ada jam buka dan tutup.

b. Wisdom Path

Berjarak sekitar 15 menit dari Ngong Ping Piazza, tempat ini dapat dicapai dengan berjalan kaki menembus hutan. Yah namanya saja hutan di Hongkong, tentu saja jalan setapaknya cukup bagus dan petunjuk jalannya juga jelas jadi jangan takut kesasar. Dalam perjalanan kita juga melewati kebun teh dan sebuah restoran yang bernama cukup keren “Tea Garden Restaurant”. Wah, bayangan saya pasti keren nih, restoran di tengah kebun teh. Tapi waktu sampai, yaiy…anti klimaks banget..ternyata cuman sebuah tempat makan kecil dengan pemandangan kebun teh yang juga kecil..he he..dan saya malah sempat ketemu sapi di sana.

Jalan Menuju Wisdom Path

Tapi Wisdom Pathnya sendiri sangat indah berupa 38 batang kayu (khusus diimpor dari Afrika) yang ditancapkan secara vertikal mengikuti kontur tanah yang naik turun. Di tiap batangnya diukir salinan beberapa ajaran dari Kitab Sutra yang menjadi dasar bagi 3 agama utama di Cina yaitu : Budha, Konfusian dan Tao. Batang yang di tengah dibiarkan kosong untuk menggambarkan “Kekosongan” yang menjadi tema utama taman ini.

Wisdom Path

 
b. The Po Lin Monastery

Po Lin Monastery ini buka dari jam 09.00 – 18.00, biara ini menjadi begitu terkemuka karena berfungsi sebagai tempat retret para Budhis berkelas internasional. Dinding dan langit-langitnya banyak dihiasi oleh naga dan berbagai tokoh mitos Cina. Selain itu dalam hall utamanya terdapat 3 patung Budha terbuat dari perunggu yang menggambarkan kehidupan Budha di masa lalu, masa kini dan masa depan.

Bagian Luar dan Dalam Po Lin Monastery

 
c. Giant Buddha (Tian Tan Buddha)

Sebagai atraksi utama dari Ngong Ping 360 adalah sebuah patung Budha Raksasa terbuat dari perunggu yang konon bisa terlihat sampai Macau. Patung ini memang mengesankan karena merupakan salah satu patung Budha terbesar di dunia. Berbeda dengan patung lain yang selalu menghadap ke Selatan, wajah patung ini menghadap ke arah Utara. Untuk mencapai patung ini, kita harus mendaki sekitar 268 anak tangga yang menurut saya layak dilakukan bila ingin melihat pemandangan indah dari atasnya. Akses ke patung ini adalah gratis dengan jam buka dari jam 10.00 – 18.00.

Tangga Menuju Giant Budha

Persis dibawahnya terdapat 6 buah patung kecil yang diatur berjajar mengelilingi Tian Tan Buddha. Patung-patung tersebut membawa bunga (penggambaran dari amal), dupa (moral), lampu (kesabaran), obat (semangat), buah (meditasi) dan alat musik (kebijaksanaan) yang menurut ajaran Buddha adalah 6 hal yang dibutuhkan untuk masuk ke dalam surga. Keenam patung tersebut dikenal sebagai “The Offering Of The Six Devas”.

The Offering Of The Six Devas

Tiga lantai di bawah patung-patung ini digunakan sebagai museum yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu : The Hall of Universe, The Hall of Benevolent Merit, and The Hall of Remembrance. Dua koleksi utamanya adalah sebuah relik dari Sidharta Gautama dan sebuah bel raksasa yang dirancang untuk berdentang setiap 7 menit. Untuk masuk kedalam museum ini dikenakan biaya sebesar HK$60 per orang sudah termasuk makan siang di restoran vegetarian di Po Lin Monastery yang memang terkenal dengan masakan vegetariannya.

Sample Dish Menu Vegetarian Di Po Lin Monastery

 
d. Ngong Ping Village

Dalam perjalanan pulang menuju Cable Car, kami menyusuri Ngong Ping Village yang bagi saya tidak lebih dari sekumpulan toko-toko penjual souvenir dan restoran. Area seluas 1.5 hektar ini dihiasi dengan replika dari berbagai macam model Cable Car dari berbagai negara. Bagi yang tertarik dengan sejarah dan ajaran Sang Buddha, di area ini terdapat sebuah museum multimedia “Walking With Buddha” dan film animasi “Monkey’s Tale Theatre” dengan biaya masuk masing-masing HK$36.

Replika Cable Car Dari Italy (Kiri) & Suasana Ngong Ping Village (Kanan)

Di kampung ini, struk belanja sebesar HK$150 di Ngong Ping 360 Souvenir Shop dapat ditukar dengan sebuah kartu yang bisa ditulisi segala macam harapan yang diinginkan. Selanjutnya kartu-kartu ini digantung di sebuah papan yang diletakkan di bawah tiruan Bodhi Tree, pohon tempat Sidharta Gautama bersemedi untuk mendapatkan pencerahan. Konon, harapan yang digantungkan di pohon ini akan menjadi kenyataan. Komersialisasinya sih tidak menarik, tapi senang juga membaca beberapa harapan orang yang digantungkan di tempat ini, ada yang ingin cepat dapat pacar, ingin suami yang ganteng dan kaya, ingin pernikahannya langgeng..he he (seakan diberi sehat saja tidak cukup).


Tiruan The Bodhi Tree

e. Ngong Ping Cable Car

Setelah puas melihat-lihat dan berfoto, kami menuju loket Ngong Ping Cable Car. Dengan jarak sejauh 5,7 km Cable Car ini merupakan Cable Car terpanjang yang pernah saya naiki. Karena dimiliki oleh MTR Corporation, kamu juga bisa bayar dengan menggunakan Octopus Card disini. Bukannya menakut-nakuti, dulunya Cable Car ini doperasikan oleh Skyrail-ITM, tapi sejak tahun 2007 menyusul jatuhnya sebuah Cabin dalam uji keselamatan tahunan, kepemilikannya dialihkan ke MTR Corporation. Untung saja Cabin yang jatuh dalam keadaan kosong kalau tidak kan hiii ngeri banget. Ngong Ping Cable Car ini cabinnya didesain sangat luas cukup untuk 10 orang duduk dan 7 orang berdiri. Ketiga sisinya diberi lubang-lubang angin dan bukaan jendela sehingga kita bisa mendengar suara angin di luar dan merasakan kesejukannya.

Crystal Cabin Yang Beralas Kaca

Dari atas pemandangannya memang spektakuler, di bawah kita bisa melihat hutan-hutan Lantau dengan jalur hiking yang melintas sejauh 70 km. Di kejauhan kita juga bisa melihat Hongkong International Airport  dan Laut Cina Selatan. Perjalanan turun dengan menggunakan Cable Car ini memakan waktu sekitar 30 menit. Turun dari Cable Car di Tung Chung, kami melihat antrian orang-orang yang akan naik sudah menjalar. Terbayang kalau berangkatnya naik Cable Car bisa antri 15-30 menit.

Pemandangan Dari Atas Cable Car

Sebelum naik MTR, kami mampir dulu di kedai Subway dekat stasiun untuk membeli Sandwich dan minum sebagai bekal makan siang. Dari Tung Chung, kami naik MTR sampai stasiun Sunny Bay, kemudian pindah jalur ke stasiun Disneyland Resort.

Hongkong Disneyland

Bagi yang sudah pernah mengunjungi Universal Studio Singapore, Hongkong Disneyland akan terasa basi, tidak seru dan mengecewakan. Hampir 75% permainan di wahananya ditujukan bagi anak usia Sekolah Dasar. Bagi orang dewasa, dengan harga tiket yang lebih murah, saya lebih merekomendasikan pergi ke Ocean Park daripada Hongkong Disneyland. Walaupun demikian ada 3 atraksi yang menurut saya lebih bagus daripada Universal Studio Singapore. Ketiga atraksi tersebut antara lain :

1. Space Mountain

Terletak di area Tomorrowland, atraksi ini hampir serupa dengan “Revenge of The Mummy”-nya Universal Studio Singapore. Sama-sama berupa roller coaster indoor, Space Mountain lebih berasa ngeri karena lebih cepat, lebih panjang dan kelokan-kelokannya lebih hiiiiii…

Space Mountain dan Track Roller Coasternya

2. Stitch Encounter

Masih di area Tomorrowland, atraksi yang sama dengan “Donkey Live” di Universal Studio Singapore ini saya pikir lebih unggul karena lebih lucu, lebih atraktif, lebih canggih dan lebih banyak melibatkan penonton. Dalam atraksi ini, penonton diajak becakap-cakap dengan Stich yang sedang melarikan diri dengan membajak sebuah pesawat. Bila ingin menonton pertunjukkan ini jangan lupa perhatikan jam tayang pertunjukkan Bahasa Inggrisnya. Jangan sampai kita sudah masuk, eh bahasa yang dipakai bahasa Canton, kan jadi kita yang lucu.

Pintu Gerbang Stitch Encounter dan Space Mountain

3. “Disney In The Stars” Firework

Pada saat saya berkunjung, Hongkong Disneyland sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 5.Mungkin itulah sebabnya pertunjukkan kembang api di Sleeping Beauty Castle dibuat begitu istimewa sehingga mengalahkan pertunjukkan kembang api serupa di Universal Studio Singapore.

Pertunjukkan Kembang Api di Sleeping Beauty Castle

Kami tiba di Disneyland sekitar jam 12.30 dan pulang setelah menyaksikan pertunjukkan kembang api jam 08.00. Sebelum masuk, tas digeledah oleh petugas walaupun mereka mengijinkan Sandwich dan botol minuman saya masuk ke dalam yang Alhamdulillah bisa dipakai mengganjal perut mengingat harga makanan dan minuman di taman itu sangatlah mahal (berkisar HK$60 keatas). Bukan hanya makanan dan minuman, souvenirnya pun mahal-mahal sampai ngeri sendiri yang mau beli (he he dasar turis kere). Souvenir termurah berupa koin seharga HK$10 yang dapat dipress sesuai dengan tokoh-tokoh favorit kita. Mesin press-nya sendiri tersebar di seluruh taman dengan cetakan yang berbeda di tiap mesin. Lebih lanjut tentang Hongkong Disneyland dapat dilihat disini http://park.hongkongdisneyland.com/hkdl/html/Christmas/en_US/index.html

Mesin Press Koin dan Koinnya

Karena masih belum capek (tapi kelaparan), dalam perjalanan pulang kami mampir ke Ladies Market di daerah Mongkok.

Ladies Market

Untuk menuju pasar ini, dari Disneyland Resort kami naik MTR ke Sunny Bay turun di stasiun Lai King, pindah jalur ke Mongkok dan keluar di exit E2. Dari pintu keluar ini ikuti terus arah penunjuk jalan. Terletak di jalan Tung Choi Street tempat ini menjual berbagai macam “barang perempuan” seperti tas, peralatan rumah tangga, baju dan lain sebagainya. Disamping itu pasar ini juga menjual berbagai macam souvenir khas  Hongkong yang harganya cukup masuk akal dan terjangkau. Seperti layaknya pasar, tawar menawar adalah hal yang biasa. Kalau pedagangnya tidak bisa berbahasa Inggris, kalkulator menjadi senjata utama. Pasar ini buka dari sore sampai sekitar jam 11.30 malam dan toko-tokonya hanya berupa stand sederhana dan tidak permanen.

Suasana Ladies Market dan Barang-Barang Yang Dijual

Sebelum mulai berbelanja, kami makan malam dulu di 7 Eleven terdekat. Setelah 1 jam berbelanja jam 10.00 malam kami memutuskan pulang ke hotel.

Biaya Hari Ke-2

 
 
© Copyright 2018 Amazing Malang - Amazing Your Adventure

Search