Info Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Video Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Berbagi Foto Wisata
Amazing Malang

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/wwwkemas/public_html/amazingmalang.com/administrator/components/com_sppagebuilder/helpers/sppagebuilder.php on line 156

Hari Ke-4 (Hongkong – Shenzhen)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Ke-4 (Hongkong – Shenzhen)

 

Begitu bangun keesokan paginya, saya langsung melihat siaran televisi. Curiga banget dengan suara angin semalam yang menderu-deru sampai mimpi sedang jalan ditengah badai. Betul juga Typhoon Nesat rupanya sedang “mampir” ke Hongkong. Typhoon Signal naik menjadi 8 yang menjadi pertanda bahwa sekolah dan kantor diliburkan, banyak penerbangan akan dibatalkan dan kebanyakan alat transportasi tidak akan beroperasi terutama ferry yang pakai nyebrang-nyebrang laut segala. Semua orang dihimbau untuk tinggal di rumah bila tidak ada keperluan (apalagi keperluan jalan-jalan seperti saya :)).

Typhoon Nesat Menghantam Hongkong Menggulingkan

Lampion-Lampin Di Clock Tower Yang Saya Kunjungi Kemarin (Photo By : m.ibtimes.com)

Sejauh ini saya cukup beruntung, karena hari ini adalah hari terakhir di Hongkong sebelum melanjutkan perjalanan ke Shenzhen dengan MTR yang saya yakin akan tetap berjalan. Setelah sarapan sisa makanan semalam, jam 7 pagi kami cepat-cepat check-out dan bergegas menuju stasiun MTR Tsim Sha Tsui. Begitu keluar dari hostel langsung disambut angin yang cukup kencang, berat juga jalan menentang angin sambil mengendong backpack. Untung saja pintu masuknya sangat dekat, kalau di Indonesia mah..hujan badai sebesar apapun sekolah dan kantor tidak akan diliburkan secara resmi seperti ini apalagi sampai disiarkan di TV.

Lo Wu/Luohu

Untuk mencapai perbatasan Lo Wu sebenarnya ada cara yang paling mudah yaitu jalan ke stasiun East Tsim Sha Tsui, naik MTR sampai Hung Hom dan dari sana naik KCR sampai Lowu. Tapi sehari sebelumnya waktu berjalan ke Avenue Of The Stars, kami menyempatkan jalan ke stasiun East Tsim Sha Tsui yang ternyata jaraknya cukup jauh (kebayang sambil mengendong backpack). Akhirnya diputuskan naik MTR dari Tsim Sha Tsui sampai Prince Edward kemudian interchange jalur hijau ke Kowloon Tong selanjutnya naik KCR ke Lo Wu.

Kereta Dari Hongkong Ke Shenzhen

Perjalanan dari hostel ke Lo Wu ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Sebelum keluar dari perbatasan kami menukar Octopus Card yang masih tersisa sekitar HK$55. Lumayan juga ! karena tanpa banyak cingcong petugasnya langsung memberi pengembalian. Selanjutnya kami menuju lantai 2 untuk apply VOA (Visa On Arrival) menuju Shenzhen. Berbeda sekali dengan Hongkong, di stasiun ini tidak tampak ada peta gratis atau leaflet informasi wisata yang biasanya banyak tersebar di tempat-tempat strategis. Peta Shenzhen malah banyak dijual di kios-kios majalah.

 

Visa On Arrival ke Shenzhen

Sebenarnya saya tidak berharap banyak akan mendapatkan visa karena sampai riset terakhirpun tidak ada informasi VOA di Shenzhen ini akan buka atau tidak (mereka sering buka tutup seenaknya). Oleh sebab itu, saya sengaja tidak pesan hostel di Shenzhen bahkan membuat tinerary tambahan bila VOA-nya tutup. Tapi sekali lagi, saya masih beruntung karena VOA-nya buka dan prosesnya sangat lancar. Hanya 15 menit, paspor saya sudah ditempeli visa Shenzhen yang berlaku selama 5 hari.

Kantor VOA Shenzhen di Luohu

Prosesnya sangatlah mudah. Pertama, sediakan uang sebesar Y 168 sebagai biaya visa perorang. Bila tidak punya yuan tukar saja di money changer di lantai yang sama. Kedua, isi formulir yang telah disediakan. Formulir ini tersedia di depan pintu masuk. Ketiga, setelah formulir dan uang siap, ambil nomor antrian seperti kalau kita antri di bank. Tunggu sampai nomor kita dipanggil ke loket. Keempat, Bila dipanggil serahkan formulir, paspor dan nomor antrian. Selanjutnya kita akan diminta membayar. Tunggu lagi sampai dipanggil nomor antrian. Kelima, ambil paspor begitu nomor dipanggil. Sincai kan…:)

Hotel di Shenzhen

Bila kita cek di Agoda, banyak sekali pilihan hotel murah di Shenzhen. Di kota ini kami menginap di Shenzhen Huizhange Hotel. Dari stasiun Luohu jalan saja keluar kearah East Side, exit ke Jianshe Road. Begitu keluar akan langsung terlihat Hotel Shangrila Shenzhen (hiks..tidak mampu menginap disitu), Shenzhen Huizhange Hotel terletak di sebuh gedung persis dibelakang hotel Shangrila . Hotel ini kami dapat dari calo-calo yang banyak berkeliaran di depannya.  Gedung tersebut mungkin semacam Chungking atau Mirador Mansion karena didalamnya terdiri dari banyak hotel. Harga kamar yang ditawarkan kepada kami Y150 permalam (sekitar Rp. 195.000, saya yakin masih bisa ditawar). Kamarnya ternyata cukup luas (2,5 kali ukuran kamar hostel di Hongkong) dengan double bed, sofa dan sepasang kursi-meja, bahkan ada meja riasnya juga.

Bagian Dalam Hotel Kami Di Shenzhen

Walaupun secara naluri kamar ini agak menakutkan (entah kenapa), akhirnya kami setuju menginap disini selama 2 hari. Resepsionisnya terletak di lantai 3 dan sayangnya sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Dia meminta kami membayar harga kamar selama 2 malam plus deposit kunci Y100. Perlu setengah jam gerakan pantomim untuk menerangkan bahwa kami tidak punya uang Yuan sebanyak itu dan berencana mengambil backpack dulu di luggage storage sambil menukarkan uang. Karena kami pemain drama yang baik :), akhirnya si dia ngarti juga…

Bagian Depan Gedung

Diperlukan waktu hampir sekitar 2 jam untuk mencari hostel, check inn dan mengambil barang di luggage storage. Setelah check inn kami makan siang di Mc Donald yang harganya cukup murah dibandingkan makanan di Hongkong. Tapi usut punya usut sebenarnya harga makanan di McD dan KFC Shenzhen ternyata cukup mahal juga bila dibandingkan dengan harga makanan di warung lokal. Kenyang dengan makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Window Of The World.

Shenzhen Metro

Pertama kali naik metro di Shenzhen berasa aneh juga. Metro Shenzhen sebenarnya punya kartu sakti, namanya Shenzhen Tong Card yang dapat dibeli di loket-loket stasiun metro. Herannya tidak banyak orang yang menggunakan kartu ini karena saya lihat antrian untuk membeli tiket single journey selalu penuh dan panjang. Tiket single journey-nya berbentuk sangat unik, berupa token hijau bundar kecil dengan tulisan Cina dan lambang metro ditengahnya. Yang lebih menyebalkan, karena adanya event Universiade, kalau mau naik semua barang bawaan harus  melewati pemeriksaan x-ray seperti di bandara padahal petugasnya kadang memperhatikan layar kadang juga tidak.

Metro Shenzhen

Keretanya sendiri sangat bersih dan modern sayang exit keluar masuknya jarang pakai eskalator. Seperti MTR di Hongkong, pintu keluar di setiap stasiun banyak menggunakan tangga biasa. Bahkan stasiun Luohu yang sangat luas itu tidak menggunakan travelator tidak seperti MRT Singapura yang sedikit-sedikit ada eskalator dan travelator jadi kaki nggak pegel. Mungkin itu sebabnya jarang terlihat orang gemuk di Shenzhen karena mereka kuat jalan :). Jalur-jalur metro di Shenzhen dapat dilihat juga disini

Window Of The World

Taman seluas 48 hektar ini berisi 130 replika tempat-tempat paling terkenal didunia seperti : Menara Eiffel, Candi Borobudur, Taj Mahal, sampai air terjun Niagara. Dari Luohu, tempat ini dapat dicapai dengan Shenzhen metro Line 1 (jalur hijau) yang berhenti di stasiun Windows Of The World. Perjalanan dari Luohu ke WOW ditempuh selama 45 menit.

Window Of The World

Secara keseluruhan taman ini memang layak untuk dikunjungi walaupun disana-sini banyak replika yang terlihat kusam dan kotor. Saran saya, naik saja Regular Car, kereta bermuatan 10 orang dengan tarif Y20 perorang (lumayan Rp. 28.000 tapi kaki nggak pegal). Kereta ini berhenti di replika-replika yang menjadi highlight WOW seperti piramida Mesir, Menara Pisa dan air terjun Niagara untuk memberi kesempatan penumpang berfoto ria. Setelahnya barulah kita mengunjungi kembali replika-replika yang terlewat saat naik Regular Car. Jangan bayangkan replikanya berukuran kecil saja, ada beberapa replika yang berukuran sangat besar sehingga kita bisa masuk kedalamnya. Website resmi WOW dapat diakses disini. Setelah hampir 3 jam menjelajahi taman ini kami melanjutkan perjalanan ke Splendid China.

Splendid China & China Folk Cultural Garden

Inilah satu-satunya tempat rekreasi yang sampai dua kali didatangi tapi tidak rejeki bisa masuk ke dalamnya. Sekitar jam 2 siang saya sudah keluar dari WOW dan bermaksud mengunjungi kedua taman yang notabene jaraknya sangat dekat. Dari stasiun Window Of The World kami naik Shenzhen Subway Line 1 dan turun di stasiun Overseas China Town keluar di exit D. Begitu keluar dari stasiun hujan turun deras mengguyur sehingga banyak pertunjukkan di China Folk Cultural Garden yang batal dilaksanakan terutama performance yang bersifat outdoor. Akhirnya kami memutuskan pergi besok saja siapa tahu besok lebih beruntung. Tapi keesokan harinya hujan malah lebih deras lagi dan tamannya malah tutup (he he he).

Pintu Gerbang Splendid China

Splendid China sebenarnya hampir mirip dengan WOW, bedanya replika di taman ini khusus bagi bangunan-bangunan yang berasal dari Cina. Sekitar 100 replika dengan ukuran 1:15 diletakkan sesuai dengan tempatnya di peta Cina. Bangunan-bangunan terkemuka yang ada disana antara lain : Tembok Besar Cina, Forbidden City, Prajurit Terra Cotta dan Old Summer Palace yang megah.

Replika di Splendid China (Photo By : theadventuretravelsite.com)

China Folk Cultural Garden, mungkin bisa disebut taman mini-nya Cina. Berisi 24 gambaran suku-suku di Cina lengkap dengan kebudayaan dan rumah adat mereka. Di tempat-tempat tersebut kita juga disuguhi beberapa tarian dan pertunjukkan gratis sesuai dengan daerahnya. Selain pertunjukkan kecil-kecil tersebut ada tiga pertunjukkan besar yang tidak gratis yaitu :

  • Large horse war show ( jam pertunjukkan : 11:30, 14:00, 16:10. dengan tiket 10Y perorang)
  • Oriental costume show (jam 17:00 dengan tiket 30Y untuk kelas ekonomi dan 80Y untuk VIP seat
  • Dragon and Phoenix show (jam 19:30 dengan tiket 20Y untuk ekonomi dan 50Y perorang untuk VIP.

Dari beberapa artikel yang saya baca, Splendid Cina agak membosankan tapi banyak sekali yang merekomendasikan kunjungan ke China Folk Cultural Garden dan menonton ketiga pertunjukkan besarnya. Tiket masuk untuk kedua taman diatas adalah Y120 dengan jam buka dari jam 09.00 – 21.30.

Pertunjukkan Dragon & Phoenix Show (Photo By : The Oye Times)

Batal pergi ke Splendid Cina, kami memutuskan kembali lagi ke hotel untuk sholat dan ganti baju yang basah kuyup (padahal sudah pakai jas hujan). Setelah istirahat dan makan sore di KFC,  jam 4 sore kami melanjutkan perjalanan ke Dongmen Shopping Street.

Dongmen Shopping Street

Berkembang dengan sangat pesat, dari sebuah desa nelayan kecil menjadi salah satu kota terkaya di Cina hanya dalam waktu 31 tahun, tidaklah mengherankan kalau Shenzhen menjadi salah satu contoh kesuksesan pembentukan SEZ (Special Economic Zone) di Cina. Sebagai surga belanja, Shenzhen membagi beberapa pusat perbelanjaannya menjadi beberapa area. Selain Dongmen ada Dafen Village dan Huaqiang Bei Commercial St yang masing-masing memiliki komoditas tersendiri. Dari Luohu, Dongmen dapat dicapai dengan naik Shenzhen Subway Line 1 dan turun di stasiun Laojie exit A. Berbeda dengan stasiun metro atau MRT di tempat lain, jalur exit-nyapun dimanfaatkan sebagai tempat jualan sehingga terkadang penunjuk arahnyapun menjadi tidak terlihat karena tertutup berbagai macam tulisan dan gambar.

Dongmen Pedestrian Street

Bila suka berbagai macam produk fashion dan kosmetik seperti baju, sepatu, tas, jam tangan dan aksesoris yang asli maupun tiruan Dongmen merupakan tempat yang tepat. Tapi jangan mencari barang-barang souvenir turis karena tidak tersedia disini. Pertama kali saya bayangkan tempatnya seperti pasar biasa, tidak tahunya benar-benar seperti surga belanja. Dongmen ternyata sangat luas, campur aduk antara mall, pasar, toko, berbagai macam barang dijual disini. Seperti biasa, untuk toko-toko kecil harga-harga masih bisa ditawar. Walaupun kebanyakan penjualnya tidak bisa berbahasa Inggris masih bisalah memilih walaupun pakai bahasa tarzan. Satu lagi, mereka adalah penjual-penjual yang tangguh jadi pintar-pintarlah menawar dan jangan tergoda dengan bujuk rayunya. Orang yang tidak suka belanjapun pasti akan tertarik membeli satu dua barang di Dongmen.

Tidak Suka Belanja Akhirnya Beli Juga

Setelah puas melihat-lihat akhirnya sekitar jam 80.30 malam kami memutuskan pulang ke hotel yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dengan kereta.

Biaya Hari Ke 4

 
 
© Copyright 2018 Amazing Malang - Amazing Your Adventure

Search