Info Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Video Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Berbagi Foto Wisata
Amazing Malang

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/wwwkemas/public_html/amazingmalang.com/administrator/components/com_sppagebuilder/helpers/sppagebuilder.php on line 156

Hari Ke-6 (Shenzhen – Macau)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Hari Ke-6 (Shenzhen – Macau)

Setelah melewatkan satu hari untuk berleha-leha keluar dari itinerary, hari ini kami berencana “Back On Track” melanjutkan perjalanan ke Macau. Seperti biasa jam 7 pagi kami sudah siap untuk check out dari hotel bersemangat sekali untuk menjelajahi kota baru. Tapi apa daya, ketika naik ke resepsionis di lantai 3 ternyata kantornya masih tutup. Tidak mau kehilangan uang deposit kunci sebesar Y100, akhirnya diputuskan untuk menunggu sampai kantornya buka. Kami perkirakan bukanya pasti jam 9 mengikuti jam kantor biasa. Sambil menunggu waktu berlalu, kami menjelajah area sekitar hotel dimana banyak terdapat food stall yang menjual berbagai macam makanan kecil yang lazim disebut street food.

Street Food

Shenzhen’s Street Food

Street Food sangat populer di Cina begitu juga di Shenzhen, disamping harganya yang

murah bentuknya yang menarik dan beragam menjadi daya tarik tersendiri. Umumnya street food ini dijual di kios-kios kecil di pinggir jalan dan setiap area memiliki spesialisasi sendiri. Dongmen Pedestrian Street terkenal dengan Takoyaki Balls-nya, bola-bola tepung yang didalamnya berisi cumi, udang atau daging. Bola-bola tersebut dimakan bersama saus teriyaki dan ditaburi rumput laut.  Selain Takoyaki Balls, street food yang patut dicoba di Dongmen adalah Dai Mai Baked Biscuit, bermacam-macam sate seafood dan kentang panggang yang ditaburi saus kare. Bagi pecinta seafood, Yantian Seafood Street merupakan surganya makanan laut. Selain banyak variasi, harga yang beragam dan kesegaran seafoodnya merupakan satu keunggulan tersendiri (maklum, Yantian berlokasi sangat dekat dengan laut).

Takoyaki Balls (Kiri Atas), Kentang Bakar (Kanan Atas), Dai Mai Biscuits (Kanan Bawah)

Setelah melihat-lihat selama kurang lebih 1 jam, akhirnya kami nongkrong di emper toko yang belum buka sambil makan cakue dan minum Nescafe hangat dari 7 Eleven. Rasanya sedap bener..doing nothing sambil melihat dunia berputar disekeliling kita. Jam 9 tepat, kami naik lagi ke lantai 3 dan horeeee..resepsionisnya sudah buka. Setelah mengembalikan kunci dan menerima uang deposit akhirnya bye..bye Shenzhen kami naik metro ke stasiun Window Of The World interchange ke Jalur kuning menuju stasiun Shekou Port dan keluar di exit C. Perjalanan dari Luohu ke Shekou Port ini memakan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit. Begitu keluar dari stasiun metro, seperti juga di Hongkong kami berniat menukarkan Shenzhen Tong Card yang bersaldo sisa lumayan banyak (maklum naik metro di Shenzhen murah banget). Tapi sayangnya, kartu ini tidak bisa ditukarkan di sembarang tempat dan hanya bisa refund di Shenzhen Tong Customer Service Center atau ditempat bertanda khusus. Tidak mau repot, akhirnya kami bawa pulang saja kartunya sebagai kenang-kenangan.

Shekou Port

Ada dua ferry terminal di Shenzhen yang pertama adalah Shenzhen Shekou Ferry Terminal dan Shenzhen Fuyong Port yang berlokasi dekat dengan bandara Shenzhen Baoan International Airport. Dari Shenzhen Shekou Port, penumpang dapat naik ferry ke Hong Kong (menuju Tuen Mun Ferry Terminal, SkyPier of Hong Kong International Airport dan Hong Kong Macau Ferry Terminal), Macau (Macau Maritime Ferry Terminal dan Macau Taipa Temporary Ferry Terminal) serta Zhuhai (Jiuzhou Port).

Shekou Port Ferry Terminal

Di Shekou Ferry Terminal Building lantai 1 terdapat 2 tiket hall, satu tempat di sebelah barat untuk membeli tiket ke Zhuhai, sedangkan yang di sebelah timur  untuk pembelian tiket ke Hong Kong dan Macau. Bila hotel kita berada di daerah Taipa, Macau beli tiket yang menuju Macau Taipa Temporary Ferry Terminal tapi bila hotelnya berada di daerah Macau Peninsula beli tiket yang menuju Macau Maritime Ferry Terminal. Setelah membeli tiket, penumpang dapat menuju ke ruang tunggu yang terletak di lantai 2.

Suasana Dalam Shekou Port

Sayangnya, waktu kita tiba di Shekou sekitar jam 10.45 tiket ferry untuk pemberangkatan selanjutnya sudah habis. Kita kebagian tiket untuk pemberangkatan jam 14.30 sehingga harus menunggu selama kurang lebih 4 jam untuk pemberangkatan berikutnya. Karena malas kembali lagi ke kota, kami memutuskan untuk jalan-jalan di seputaran Shekou Port. Di dalam ruang pembelian tiket di lantai 1 terdapat kios majalah yang juga menjual buku-buku traveling macam Lonely Planet. Mataku langsung membesar melihat harganya yang lebih murah 50% dari harga resmi di websitenya. Tapi sayang disayang begitu dibuka ternyata ditulis dalam bahasa Cina :).

Ferry Menuju Macau

Perjalanan menggunakan ferry dari Shekou Port ke Macau Ferry Terminal memakan waktu kurang lebih 1.15.  menit. Walaupun di tiketnya tertera nomor kursi, waktu masuk orang duduk sembarangan aja. Keadaan dalam ferrynya lumayan bagus walaupun kita hanya mengambil kelas Ekonomi. Informasi harga tiket dan jam keberangkatan serta kedatangan dapat dilihat disini.

Hostel Di Macau

Sempat kaget juga waktu cek harga hotel-hotel Macau di Agoda, mahal-mahal !.  Apalagi saya datang bersamaan dengan National Day of PRC yang memberlakukan libur 7 hari sehingga harga hotel naik dua kali lipat. Setelah mencari-cari di internet selama kurang lebih 1 bulan akhirnya kami menemukan hostel dengan harga termurah dan lokasi yang strategis di tengah jalan Rua Da Felicidade. Jalan ini sendiri merupakan satu dari 8 area di Macau yang memiliki arsitektur bangunan yang unik. Pernah dipakai syuting film Indiana Jones : The Temple Of Doom, jalan ini juga merupakan tempat yang strategis untuk berburu makanan khas Macau karena dikelilingi oleh banyak pastelaria termasuk Pastelaria Koi Kei yang terkenal itu.

Rua Da Felicidad

Hostel yang saya tempati bernama SanVa Hostel, selain lokasinya yang strategis dan harganya yang murah (hanya Rp. 120.000/malam untuk Double Room) saya sebenarnya tidak merekomendasikan hostel ini karena keadaan kamar dan perabotannya yang menyedihkan. Dinding-dinding kamarnya terbuat dari papan kayu yang tingginya hanya 3/4 ruangan jadi segala kegiatan di kamar sebelah bisa terdengar dong :). Perabotan dalam kamarnya juga hiiii banget sampai nggak tega mau naruh backpack di lemari karena dalamnya kotor dan seperti mau runtuh. Yang mengherankan kamar mandinya bersih, terang dan tersedia shower panas dingin. Pokoknya menginap disini serasa menginap di rumah sodara saking nggak terasa suasana hotelnya :). SanVa Hostel punya website resmi yang bisa diakses disini. Pada saat booking, mereka tidak meminta DP atau full payment, jadi saat masuk tinggal menyodorkan e-mail dari mereka yang berisi nomor booking. Beberapa e-mail yang mereka kirimkan disusun dengan bahasa Inggris yang baik dan benar, tapi sesampai di sana lagi-lagi resepsionisnya sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Hanya teriak-teriak saja tidak karuan. Untung kami cukup cerdas untuk menebak-nebak apa yang dia inginkan :). Cukup lucu juga, dia teriak-teriak dalam bahasa Cina dan kami menebak-nebak dan berunding dalam bahasa Jawa.

Kamar Kami Di SanVa Hotel

Selain hostel SanVa, di sepanjang Rua Da Felicidade ini banyak terdapat hotel-hotel lain seperti Hotel Kou Va, Villa Universal, Hotel Man Va yang kalau dilihat dari penampilan luarnya mungkin tidak seburuk SanVa.

Transportasi Di Macau

Berbeda dengan Hongkong dan Shenzhen, Macau tidak punya kereta subway atau monorail. Jadi kalau mau kemana-mana dengan hemat ya naik bis, minibus, atau free shuttle bus yang banyak disediakan oleh kasino-kasino besar di Macau. Bis umum dan minibus dijalankan oleh 2 operator besar, TCM dan Transmac dan pembayarannya harus menggunakan uang pas karena sopir tidak mau repot dengan kembalian. Bila repot menukar uang receh, pilihan kedua adalah menggunakan Macau Pass. Herannya kartu ini susah ditemukan. Di LP memang sudah dijelaskan kalau kartu ini bisa dibeli di Transmac Service Centre, Macau Pass Service Centre atau di beberapa jaringan supermarket besar seperti Circle K, 7 Eleven dan Royal Supermarket. Kenyataannya, kartu ini hanya dijual di oulet-outlet tertentu dan untuk refundnya juga agak susah, karena kita harus kembali ke Macau Pass Service Centre di Rua Do Campo atau Transmac Service Centre di Portas Do Cerco (Border Gate). Bila tidak ingin repot-repot mengurus refund yah belanjakan saja sepuas-puasnya di supermarket yang mau menerima pembayaran dengan menggunakan Macau Pass.

Macau Pass

Berkeliling dengan bis di Macau memang memerlukan sedikit “sense” tentang arah. Walaupun demikian tidak perlu kuatir tersesat karena di setiap halte terdapat informasi nomer bis dan jalur yang dilewati. Disamping itu di dalam bis juga tersedia semacam panel elektronik yang menginformasikan nama-nama setiap pemberhentian. Kalau sudah terlanjur salah naik bis, jangan panik, berhenti saja di halte berikutnya dan karena kotanya kecil paling-paling muter-muternya yah ditempat itu-itu aja. Informasi lebih lanjut tentang rute-rute bis di Macau dapat dilihat disini. Dalam peta-peta turis yang tersedia gratis juga selalu dicantumkan nomer bis dan rutenya.

Halte Bis dan Suasana Dalam Bis

Setelah keluar dari Macau Ferry Terminal, kami naik bis no. 10 turun di Kampek Comunity dan jalan sedikit ke Rua Da Felicidade. Sehabis check in dan istirahat sejenak, jam 18.30 kami melanjutkan perjalanan ke Macau Tower. Karena waktu sudah terbuang selama 4 jam untuk menunggu ferry di Shenzhen, maka beberapa tujuan di Macau terpaksa dihapuskan. Kami memilih mengunjungi Macau Tower terlebih dahulu karena hari ini adalah hari terakhir perlombaan Macau International Fireworks yang diadakan di tower itu. Yang bertanding malam ini adalah tim Perancis melawan Cina. Dari Hostel, kami menyeberang jalan menuju halte berikutnya untuk naik bis No. 18 menuju Macau Tower.

Macau Tower (Torre De Macau)

Sesampainya di Macau Tower, kami berencana makan malam dulu. Setelah hampir 5 hari makan sembarangan sekali-kali pingin dong makan di restoran. Jadi kami menuju restoran Patisserie di lantai dasar (LG) dengan anggapan restoran itu adalah restoran termurah di Macau Tower. Tapi sampai didepan counternya jadi clingak-clinguk bingung milih menu karena harga makanannya berkisar MOP$ 20 an per 100 gram :). Akhirnya hanya bisa pasrah ketika petugasnya plak plok menaruh makanan ke piring. Setelah makan malam, kami naik ke observation deck untuk melihat-lihat pemandangan dari atas dan menunggu perlombaan kembang api dimulai.

Patisserrie dan makanan termahal dalam traveling kali ini

Dengan tinggi 338 meter, Macau Tower menempati rangking ke 10 bangunan tertinggi di dunia. Pernah masuk dalam tiga episode The Amazing Race membuat tower ini menjadi salah satu destinasi yang populer di Macau. Apa saja yang bisa dilakukan di menara ini?. Di level 58 terdapat Indoor Observation Deck, dari atasnya kita bisa melihat pemandangan seputaran Macau Peninsula,Taipa, Coloane dan Pearl River Delta. Di tempat ini terdapat lantai yang sengaja dipasangi kaca untuk menampilkan kesan berjalan diatas udara. Selanjutnya di level 61 terdapat Outdoor Observation deck, selain sebagai observation deck lantai ini juga menjadi markas AJ Hacket Adventures perusahaan extreme sport dari New Zealand. Extreme sport yang ditawarkan antara lain : Bungy Jump (tercatat sebagai yang tertinggi di Guinness World Records), Skyjump (versi lambat dari bungy jump), Skywalk X (berjalan di lingkaran luar tower dengan ketinggian 233 mt) dan Mast Climb (mendaki tangga vertikal sepanjang 100 mt menuju ujung Macau tower). Pengennya sih mencoba salah satu extreme sport itu, sayang harganya mahal-mahal dan tidak sesuai kantong (berkisar antara MOP$ 588-1688). Website resmi Macau Tower dapat dilihat disini.

Pintu Masuk Observation Deck dan Outdoor Observation deck (Photo By : Alexander Serva)

Pertunjukkan kembang apinya dimulai jam 21.00 dengan tim Perancis tampil sebagai pembuka. Kembang apinya diluncurkan dari atas kapal yang diparkir di tengah Sai Van Lake. Sedangkan tim Cina tampil satu jam kemudian dari atas kapal yang diparkir di Nam Van Lake. Kedua danau itu memang terletak persis di depan Macau Tower. Sudah beberapa kali saya menyaksikan pertunjukkan kembang api, tapi rasa-rasanya tidak ada pertunjukkan yang sespektakuler malam itu. Kedua negara beradu teknik dan teknologi perkembang-apian sehingga bisa menampilkan pertunjukkan yang Indah. Kembang apinya serasa menari-nari mengikuti irama musik, bila musiknya pelan mereka menari dengan lembut sebaliknya bila musiknya keras mereka menyala-nyala dengan rancaknya. Indah sekali !!..Akhirnya pemenang dari Macau International Fireworks Display Contest tahun 2011 ini adalah Cina yang diwakili oleh perusahaan pyrotechnic Panda Fireworks Group, tempat kedua direbut oleh pemenang tahun lalu yaitu Jepang dengan Tamaya Kitahara Fireworks dan juara ketiga adalah Perancis yang diwakili oleh Brezac Artifices. Jadi yang saya lihat malam itu adalah juara pertama dan ketiga, pantaslah karena sangat indah dan spektakuler.

Hasil Karya Panda Fireworks Group dari Cina

Tepat jam 22.00 pertunjukkan kembang apinya berakhir dan orang-orang berbondong-bondong untuk pulang. Yang menonton dari Macau Tower dan Entertainment Centre di bawahnya tumplek blek ke jalanan. Jadi walaupun sudah Jam 10 malam tapi jalanan macet total. Kami naik bis no. 18 menuju Barrier Gate dan dari sana naik bis no. 10 pulang ke hostel. Karena belum berhasil beli Macau Pass dan kelupaan tukar uang receh jadi bayar bis dengan uang besar dan tentu saja tidak dapat kembalian :(.

Biaya Hari Ke-6

 
© Copyright 2018 Amazing Malang - Amazing Your Adventure

Search