Info Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Video Wisata dan Lainnya
Amazing Malang
Berbagi Foto Wisata
Amazing Malang

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

8 Hari Keliling Hongkong – Shenzhen – Macau

 

Saya tertarik untuk menjelajahi ketiga negara ini ketika mbak Claudia Kaunang menerbitkan bukunya “ 2 juta keliling Macau, Hongkong dan Shenzhen”, dan kesempatan itu datang ketika Air Asia mengadakan promo besarnya bulan Pebruari 2011. Untunglah saat itu belum ada kebijakan Fuel Surcharge sehingga hanya dengan Rp. 768.000,- per orang saya sudah mendapat tiket pesawat dengan rute keberangkatan Surabaya-Medan-Hongkong dan pulangnya Macau-Kuala Lumpur-Surabaya untuk penerbangan bulan September 2011.

Hongkong

Kenapa Medan-Hongkong? Karena saat itu tiket Medan-Hongkong lebih murah dari Kuala Lumpur-Hongkong dan saya berpikir untuk sekalian menjelajahi kota Medan selama masa transit. Sayangnya, di bulan Agustus 2011 Air Asia memutuskan untuk menghapus

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-1 (Surabaya – Kuala Lumpur – Hongkong)

 

Dalam perjalanan kali ini saya hanya berangkat berdua bersama partner backpack “sepanjang masa” (I really hope) yaitu suami saya. Reroute penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur mengharuskan kami sudah ada di bandara jam 3 pagi, karena pesawat menuju Kuala Lumpur akan berangkat jam 5 pagi. Susah juga mencari travel Malang-Surabaya yang mau berangkat jam 1 malam karena rata-rata mereka berangkat jam 2. Tapi dasar rejeki, akhirnya kami mendapat travel yang mau berangkat jam 1 dengan harga yang sama. Perjalanan yang biasanya ditempuh 2-3 jam pada siang hari hanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam pada malam hari (enaknya!). Jadi jam 2.30 kami sudah duduk manis di Juanda sambil menunggu pintu dibuka yang ternyata baru buka jam 3.30. Pantesan travel Malang-Surabaya baru dimulai jam 2.

Suasana Juanda Dini Hari

Setelah melewati imigrasi dan kios check in, jam 5.10 pesawat terbang menuju LCCT Kuala Lumpur dan mendarat tepat jam 08.45. Penerbangan selanjutnya menuju

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-2 (Hongkong)

 

Di hari ke dua ini kami berencana mengunjungi Pulau Lantau di sebelah barat Kowloon. Ada dua atraksi di pulau ini yang kami pikir cukup menarik yaitu : Ngong Ping 360 dan Hongkong Disneyland.   Lantau (dalam bahasa Cantonese artinya “Broken Head) adalah pulau terbesar di Hongkong yang dulunya adalah pulau para perompak dan penyelundup. Sebelum tahun 1997, pulau ini hanya bisa diakses dengan menggunakan ferry tapi sekarang sejak adanya Lantau Link kita bisa datang ke pulau ini menggunakan MTR, bis dan taxi.

Giant Budha di Lantau Island (Photo by : chinadaily.com.cn)

Selain Ngong Ping dan Disneyland, pulau ini juga memiliki beberapa

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-3 (Hongkong)

 

Terinspirasi salah satu judul film “Minggu Pagi Di Victoria Park” saya jadi sangat tertarik untuk memasukkan taman ini ke dalam daftar itinerary saya. Maka jadilah hari ke 3 ini rencananya akan kami habiskan untuk menjelajahi taman-taman di kota Hongkong. Disamping gratis, keluyuran di taman merupakan kegiatan favorit saya. Selain menyejukkan jiwa dan mata, mengamati orang yang lalu lalang di taman setidaknya memberikan sedikit gambaran tentang budaya warga setempat (cieh..sok..).

Hongkong Park

Setelah sarapan, jam 7 pagi seperti biasa kami sudah cabut dari hostel. Tujuan pertama adalah

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-4 (Hongkong – Shenzhen)

 

Begitu bangun keesokan paginya, saya langsung melihat siaran televisi. Curiga banget dengan suara angin semalam yang menderu-deru sampai mimpi sedang jalan ditengah badai. Betul juga Typhoon Nesat rupanya sedang “mampir” ke Hongkong. Typhoon Signal naik menjadi 8 yang menjadi pertanda bahwa sekolah dan kantor diliburkan, banyak penerbangan akan dibatalkan dan kebanyakan alat transportasi tidak akan beroperasi terutama ferry yang pakai nyebrang-nyebrang laut segala. Semua orang dihimbau untuk tinggal di rumah bila tidak ada keperluan (apalagi keperluan jalan-jalan seperti saya :)).

Typhoon Nesat Menghantam Hongkong Menggulingkan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-5 (Shenzhen)

 

Hari ini sebenarnya saya sudah menyusun rencana untuk pergi ke Dameisha Beach sebelum mengunjungi Overseas Chinese Town East (OCT East), sebuah theme park yang berjarak 3 jam di sebelah timur Shenzhen. Sepulang dari OCT, kami berencana mampir ke Luohu Shopping Complex di stasiun Luohu. Sayangnya, semua tidak dapat terlaksana karena faktor “U” :). Capek karena perjalanan hari-hari sebelumnya, mood jadi turun. Membayangkan naik bis ke luar kota, mesti berangkat pagi-pagi padahal maunya santai-santai saja dan berangkat jalan agak siang. Belum lagi kalau kesasar pasti akan lebih menguras tenaga karena kendala bahasa. Akhirnya demi menjaga mood, ritme diturunkan dan itinerary dirubah total banting stir cari tempat rekreasi yang dekat dan kemungkinan nyasarnya kecil. Pilihan jatuh pada Happy Valley, sebuah theme park yang letaknya berseberangan dengan Window Of The World. Dari Luohu tempat ini dapat dicapai dengan Shenzhen metro turun di stasiun WOW exit A. Dari kelima theme park Happy Valley (Beijing, Chengdu,  Shanghai dan Wu Han) Shenzhen Happy Valley adalah yang pertama dibangun oleh OCT Group sebuah perusahaan theme park terkemuka di Cina yang juga memiliki WOW dan Splendid China.

Wahana UFO di Beijing Happy Valley

Shenzhen Happy Valley

Dibahas dengan detil di buku Claudia Kaunang “2 Juta Keliling Macau, Hongkong dan Shenzhen” tapi tidak disebut

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Hari Ke-6 (Shenzhen – Macau)

Setelah melewatkan satu hari untuk berleha-leha keluar dari itinerary, hari ini kami berencana “Back On Track” melanjutkan perjalanan ke Macau. Seperti biasa jam 7 pagi kami sudah siap untuk check out dari hotel bersemangat sekali untuk menjelajahi kota baru. Tapi apa daya, ketika naik ke resepsionis di lantai 3 ternyata kantornya masih tutup. Tidak mau kehilangan uang deposit kunci sebesar Y100, akhirnya diputuskan untuk menunggu sampai kantornya buka. Kami perkirakan bukanya pasti jam 9 mengikuti jam kantor biasa. Sambil menunggu waktu berlalu, kami menjelajah area sekitar hotel dimana banyak terdapat food stall yang menjual berbagai macam makanan kecil yang lazim disebut street food.

Street Food

Shenzhen’s Street Food

Street Food sangat populer di Cina begitu juga di Shenzhen, disamping harganya yang

© Copyright 2018 Amazing Malang - Amazing Your Adventure

Search